Ayam Mojosari, Harta Karun dari Desa Kecil di Jawa Timur yang Jadi Rebutan Kolektor
Meta Description: Kenali Ayam Mojosari, ayam langka asal Mojosari, Mojokerto yang menjadi incaran kolektor karena keunikan bentuk dan keindahan warnanya.
Di tengah derasnya arus modernisasi dan dominasi ayam-ayam ras impor, ada satu harta karun genetik yang tumbuh dan berkembang di sebuah desa kecil di Mojokerto, Jawa Timur. Namanya adalah Ayam Mojosari—ayam lokal yang tak hanya memikat mata dengan keindahan fisiknya, tetapi juga menyimpan sejarah panjang dan nilai ekonomi tinggi yang membuatnya menjadi incaran para kolektor dan pecinta ayam hias.
Sejarah dan Asal-usul Ayam Mojosari
Ayam Mojosari merupakan ayam lokal asli Indonesia yang berasal dari Desa Mojosari, Kecamatan Pungging, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur. Desa ini memang terkenal sebagai sentra pembiakan ayam lokal berkualitas sejak puluhan tahun lalu.
Menurut cerita warga setempat, Ayam Mojosari awalnya adalah ayam peliharaan masyarakat lokal yang dikembangbiakkan secara turun-temurun. Melalui proses seleksi alam dan seleksi buatan yang ketat, ayam ini mengalami evolusi genetik yang membentuk ciri khasnya saat ini. Tidak seperti ayam lokal pada umumnya, Ayam Mojosari memiliki postur tubuh yang lebih besar, jambul yang unik, serta warna bulu yang sangat menarik.
Keunikan Ayam Mojosari mulai dikenal luas sekitar tahun 2000-an ketika para pemilik mulai membawanya ke berbagai pameran dan kontes ayam. Dari situlah popularitasnya meroket dan mulai banyak diburu oleh kolektor dari berbagai daerah di Indonesia.
Ciri-ciri Fisik yang Memukau
Apa yang membuat Ayam Mojosari begitu spesial? Berikut adalah ciri-ciri fisik yang menjadi daya tarik utama ayam langka ini:
1. Jambul yang Megah
Salah satu ciri paling mencolok dari Ayam Mojosari adalah jambul besar yang berdiri tegak di kepalanya. Jambul ini berbentuk seperti mahkota dan bisa tumbuh sangat lebat pada ayam dewasa. Bentuk jambul yang sempurna menjadi salah satu penilaian utama dalam kontes.
2. Postur Tubuh Ideal
Ayam Mojosari memiliki postur tubuh yang proporsional—tidak terlalu besar seperti ayam pelung, namun juga tidak terlalu kecil seperti ayam kampung biasa. Panjang tubuh seimbang dengan tinggi kaki yang pas, menciptakan siluet yang anggun.
3. Warna Bulu yang Bervariasi
Warna bulu Ayam Mojosari sangat beragam, mulai dari hitam metalik, hitam kehijauan, coklat kemerahan, putih, hingga warna-warna campuran yang unik. Bulunya mengkilap dan rapat, memberikan kesan mewah.
4. Sifat yang Jinjing
Berbeda dengan ayam lokal lain yang cenderung liar, Ayam Mojosari memiliki sifat yang lebih jinak dan mudah dijinakkan. Karakteristik ini membuatnya sangat cocok sebagai ayam hias atau peliharaan.
Advertisement
Mengapa Ayam Mojosari Jadi Rebutan Kolektor?
Harga seekor Ayam Mojosari berkualitas bisa mencapai jutaan rupiah, bahkan untuk yang juara kontes bisa mencapai puluhan juta. Lalu apa yang membuatnya begitu berharga?
Kelangkaan: Ayam Mojosari tidak dibudidayakan secara massal seperti ayam ras. Populasinya terbatas dan kebanyakan dipelihara oleh peternak spesialis di daerah asalnya. Kelangkaan ini secara otomatis meningkatkan nilainya.
Keindahan: Estetika Ayam Mojosari memang tidak diragukan lagi. Jambulnya yang megah, postur yang anggun, dan warna bulu yang memukau membuatnya menjadi pajangan yang sempurna di halaman rumah atau kandang hias.
Potensi Kontes: Dengan popularitas kontes ayam hias yang terus meningkat, banyak kolektor membeli Ayam Mojosari berkualitas sebagai investasi. Ayam juara kontes bisa menghasilkan keturunan yang juga berharga tinggi.
Warisan Budaya: Bagi banyak kolektor, memiliki Ayam Mojosari bukan hanya soal harga, tetapi juga tentang melestarikan kekayaan genetik Indonesia. Ini adalah bagian dari identitas dan warisan budaya peternakan lokal.
Cara Merawat dan Beternak Ayam Mojosari
Jika Anda tertarik memelihara atau beternak Ayam Mojosari, berikut adalah panduan praktisnya:
1. Kandang yang Tepat
Kandang harus bersih, kering, dan memiliki ventilasi yang baik. Karena Ayam Mojosari sering dipelihara sebagai ayam hias, kandang juga perlu terlihat estetis. Pastikan lantai kandang tidak licin dan terbuat dari material yang mudah dibersihkan.
2. Pakan Berkualitas
Ayam Mojosari perlu pakan yang seimbang untuk menjaga kondisi fisik dan kesehatannya. Kombinasikan pakan komersial dengan tambahan sayuran segar, jagung, dan vitamin. Untuk ayam yang akan dikonteskan, pakan perlu diatur ketat untuk menjaga warna bulu dan kondisi tubuh optimal.
3. Kebersihan dan Kesehatan
Sikat bulu ayam secara teratur untuk menjaga keindahannya. Periksa kondisi kesehatan secara rutin dan vaksinasi sesuai jadwal. Ayam Mojosari cenderung rentan terhadap penyakit pernapasan jika kandangnya lembab.
4. Seleksi untuk Perkembangbiakan
Jika Anda ingin beternak, pilih induk dan pejantan dengan ciri fisik yang paling mendekati standar. Hindari perkawinan sedarah untuk mencegah cacat genetik. Pemeliharaan catatan pedigree sangat direkomendasikan.
Kesimpulan
Ayam Mojosari adalah bukti nyata bahwa kekayaan Indonesia tidak hanya ada di tambang atau laut, tetapi juga di halaman-halaman rumah warga desa. Ayam yang berasal dari Mojosari, Mojokerto ini adalah harta karun genetik yang patut dilestarikan dan dikembangkan.
Bagi para kolektor, memiliki Ayam Mojosari berkualitas adalah prestasi tersendiri. Bagi peternak, mengembangbiakkannya adalah kontribusi nyata terhadap pelestarian keanekaragaman hayati Indonesia. Dan bagi masyarakat umum, mengenal Ayam Mojosari adalah cara untuk menghargai warisan budaya peternakan lokal yang kaya dan beragam.
Jadi, apakah Anda siap menjadikan Ayam Mojosari sebagai koleksi berikutnya di halaman rumah Anda?





Chat via Whatsapp



















