Bedanya Ayam Elba dan Ayam Negeri, Mana yang Lebih Menguntungkan untuk Pemula?
Baca juga: Artikel Peternakan
Bagi Anda yang ingin memulai bisnis beternak ayam dengan modal kecil, mungkin sudah tidak asing lagi dengan nama ayam Elba. Jenis ayam ini semakin populer di kalangan peternak pemula karena menggabungkan keunggulan ayam ras dengan ciri khas ayam kampung asli.
Ayam Elba adalah strain ayam petelur unggul yang berasal dari Arab Saudi. Berbeda dengan ayam negeri (ayam buras lokal) yang produksinya terbatas, ayam Elba mampu menghasilkan telur jauh lebih banyak sambil mempertahankan ciri fisik dan rasa daging ayam kampung. Dalam artikel ini, kita akan membahas perbedaan mendasar antara ayam Elba dan ayam negeri, serta menganalisis mana yang lebih menguntungkan untuk pemula.
Perbedaan Fisik Ayam Elba dan Ayam Negeri
Dari segi penampilan, ayam Elba memiliki karakteristik yang membedakannya dari ayam negeri biasa:
Ayam Elba:
- Tubuh ramping dengan ekor yang menghadap ke atas
- Jengger tunggal berwarna merah cerah
- Daun telinga berwarna putih atau perak
- Paruh dan cakar berwarna kuning khas
- Warna bulu bervariasi: kombinasi putih, cokelat muda, cokelat tua, merah, atau kuning keemasan
- Bobot betina dewasa: ~1,1 kg, jantan: ~1,3 kg
Ayam Negeri (Lokal):
- Tubuh lebih kecil dan ringan
- Variasi warna bulu lebih acak
- Bobot dewasa bervariasi, umumnya lebih ringan dari ayam Elba
- Pertumbuhan lebih lambat
Keunikan fisik ayam Elba yang mirip ayam hias menjadikannya nilai tambah—selain menghasilkan telur, ayam ini juga bisa dijual sebagai ayam hias.
Perbandingan Produktivitas Telur
Ini adalah aspek paling krusial yang membedakan kedua jenis ayam:
| Aspek | Ayam Elba | Ayam Negeri |
|---|---|---|
| Produksi telur/tahun | 280-300 butir | 125 butir |
| Produksi harian | 80-85% | ~40-50% |
| Usia mulai bertelur | 4,5-5 bulan | 6-7 bulan |
| Bobot telur | ~60 gram | ~45-50 gram |
| Sifat mengeram | Tidak mengeram | Sering mengeram |
Perbedaan yang signifikan! Ayam Elba mampu menghasilkan lebih dari dua kali lipat telur dibanding ayam negeri dalam setahun. Selain itu, ayam Elba tidak memiliki sifat mengeram, artinya tidak ada jeda produksi yang terjadi akibat ayam ingin mengerami telurnya.
Efisiensi Pakan dan Biaya Operasional
Salah satu faktor penentu keuntungan dalam beternak adalah efisiensi penggunaan pakan:
Advertisement
Konsumsi Pakan per Hari:
- Ayam Elba: ~70 gram/ekor
- Ayam Negeri: ~90 gram/ekor
- Ayam Arab: 80-90 gram/ekor
Meskipun ayam negeri terlihat lebih "bandel" dan bisa mencari makan sendiri, konsumsi pakan ayam Elba justru lebih hemat dengan hasil yang jauh lebih tinggi. Feed Conversion Rate (FCR) yang rendah pada ayam Elba berarti setiap rupiah yang Anda keluarkan untuk pakan memberikan hasil maksimal.
Ketahanan Penyakit dan Perawatan
Ayam Elba:
- Lebih tahan terhadap penyakit umum poultry
- Risiko Newcastle Disease dan Avian Influenza lebih rendah
- Adaptasi baik di iklim tropis Indonesia
- Perawatan relatif mudah untuk pemula
Ayam Negeri:
- Kekebalan tubuh kuat karena sudah beradaptasi dengan lingkungan lokal
- Namun, seringkali tidak terlindungi vaksinasi sempurna
- Lebih rentan parasit jika kandang tidak terjaga kebersihannya
Potensi Keuntungan: Analisis Finansial
Mari kita hitung proyeksi keuntungan untuk skala pemula:
Modal Awal (10 ekor ayam):
- Bibit ayam: Rp50.000-Rp100.000
- Pakan 2 bulan pertama: Rp200.000
- Perlengkapan kandang dasar: Rp50.000
- Total modal awal: ~Rp300.000-350.000
Pendapatan per Bulan (setelah bertelur):
- Produksi: 7-8 butir/hari × 30 hari = ~225 butir/bulan
- Harga jual: Rp2.500-Rp3.500/butir
- Pendapatan: Rp562.500-Rp787.500/bulan
Setelah dikurangi biaya pakan bulanan (~Rp60.000-100.000), keuntungan bersih bisa mencapai Rp500.000-Rp700.000 per bulan hanya dari 10 ekor ayam!
R/C Ratio (Return on Cost) untuk bisnis ayam Elba mencapai 1,2, yang berarti setiap Rp1 yang diinvestasikan menghasilkan Rp1,20—angka yang sangat menguntungkan.
Mana yang Lebih Menguntungkan untuk Pemula?
Berdasarkan analisis di atas, berikut rekomendasi untuk pemula:
Pilih Ayam Elba jika Anda:
- Menginginkan hasil telur maksimal dengan modal kecil
- Ingin return investasi cepat (2-3 siklus panen)
- Memiliki lahan/kandang terbatas
- Fokus pada pasar telur segar
- Ingin skalasi bisnis yang lebih mudah
Pilih Ayam Negeri jika Anda:
- Menginginkan ayam yang lebih "liar" dan bisa mencari makan sendiri
- Fokus pada pasar daging ayam kampung premium
- Memiliki lahan luas untuk free-range farming
- Tidak terburu-buru dengan produksi harian
Tips Memulai Beternak Ayam Elba untuk Pemula
- Mulai dari skala kecil (10-20 ekor) untuk belajar
- Pastikan sumber bibit terpercaya dengan harga Rp5.000-Rp10.000/ekor
- Vaksinasi rutin sesuai jadwal untuk mencegah penyakit
- Kandang sederhana yang bersih dan berventilasi baik sudah cukup
- Campurkan pakan alami (dedak, keong, sayuran) untuk menghemat biaya
- Catat semua pengeluaran dan pemasukan untuk evaluasi bisnis
Kesimpulan
Untuk pemula yang ingin memulai bisnis beternak dengan modal kecil dan risiko rendah, ayam Elba adalah pilihan yang lebih menguntungkan dibanding ayam negeri. Produktivitas telur yang lebih dari dua kali lipat, efisiensi pakan yang tinggi, dan kemudahan perawatan menjadikan ayam Elba investasi yang sangat menjanjikan.
Dengan modal awal sekitar Rp300.000-500.000, Anda bisa memulai bisnis yang menghasilkan keuntungan bersih Rp500.000+ per bulan hanya dari 10-20 ekor ayam. Kunci suksesnya adalah konsistensi dalam perawatan, pencatatan keuangan yang baik, dan perputaran modal yang efisien untuk mengembangkan skala usaha secara bertahap.
Siap memulai beternak ayam Elba? Bagikan pengalaman Anda atau ajukan pertanyaan di kolom komentar!
Tags: ayam Elba, ayam negeri, beternak ayam pemula, bisnis ayam petelur, perbandingan ayam Elba
Referensi: Data riset dari berbagai sumber pertanian Indonesia dan studi kasus peternak ayam Elba.





Chat via Whatsapp


















