Awal Mula Sebuah Inovasi Unggul
Pernahkah Anda bertanya-tanya dari mana asal ayam kampung yang saat ini banyak diburu peternak Indonesia? Ayam KUB (Kampung Unggul Balitbangtan) yang kini menjadi primadona peternak pemula dan berpengalaman, ternyata memiliki sejarah panjang yang bermula dari proyek pemerintah Indonesia sejak tahun 1997.
Perjalanan ayam KUB dimulai di Balai Penelitian Ternak (Balitnak) Ciawi, Bogor, yang kini dikenal sebagai Balitbangtan Kementerian Pertanian. Tim peneliti dipimpin oleh Drh. Tike Sartika beserta tim berhasil mengumpulkan indukan ayam kampung asli dari berbagai daerah di Jawa Barat, termasuk Cipanas Cianjur, Jatiwangi, Pondok Rangon Depok, Ciawi, dan Jasinga.
Seleksi Genetik Selama 6 Generasi
Proses pengembangan ayam KUB bukanlah pekerjaan semalam. Selama lebih dari satu dekade (1997-2010), tim peneliti melakukan seleksi genetik ketat selama enam generasi untuk menghasilkan ayam kampung unggul dengan karakteristik:
- Produksi telur tinggi (160-180 butir/ekor/tahun)
- Tingkat kematian rendah (di bawah 5% untuk DOC)
- Day tahan penyakit superior
- Bobot badan optimal untuk daging
Setelah fase seleksi selesai, dilakukan periode sosialisasi ilmiah selama 2010-2014 sebelum akhirnya resmi dirilis ke publik.
Resmi Diluncurkan 2014
Tanggal bersejarah 14 Februari 2014 menjadi tonggak penting ketika Menteri Pertanian mengeluarkan SK No. 274/Kpts/SR.120/2/2014 tentang pelepasan Ayam Kampung Unggul (KUB). Sejak saat itu, ayam ini secara resmi menjadi ayam petelur unggul untuk memenuhi kebutuhan DOC ayam kampung nasional.
Mengapa Peternak Memilih Ayam KUB?
1. Produksi Telur Super
Dibanding ayam kampung biasa yang hanya menghasilkan 50-80 butir telur per tahun, ayam KUB mampu bertelur hingga 160-180 butir/ekor/tahun. Umur mulai bertelur juga relatif cepat, yakni 20-22 minggu dengan berat telur 35-45 gram.





Chat via Whatsapp



















