TERNAKHIAS.COM - Ayam yang paling langka yang ada di dunia dengan ekornya panjang yang menakjubkan dan merupakan satu-satu nya jenis ayam yang pada bagian ekor dan bulu pelana yang tidak berganti bulu. Ayam Onagadori berasal dari Jepang yang mempunyai makna berarti yaitu unggas terhormat dan pertama kali dianggap sebagai keturunan Shoukoku, walaupun hasil penelitian genetik modern telah melemahkan teori ini. Di Negaranya sendiri Ayam Onagadori diakui sebagai harta karun nasional Jepang dan masih tetap eksklusif sampai sekarang. Sebagai unggas atau jenis ayam berekor panjang yang memiliki panjang ekor ayam minimal 2 meter. Seandainya ada ayam dengan ekor panjang tapi tidak pajang ekor tidak sampai minimal 2 meter kemungkinan itu adalah ayam Phoenix, yang merupakan keturunan dari ayam onagadori. Dengan panjang 27 meter atau sekitar 12 sampai 27 kaki pada ekor ayam jenis ini menjadikannya raja dari semua ras ayam berekor panjang.
Dapat diketahui untuk segelintir peternak ayam yang berada di Negara asal Jepang yang memiliki ayam yang sangat langka ini bahkan kebanyakan orang di Jepang pun ada yang belum pernah sama sekali melihat ayam jenis ini. Menurut data statis ayam onagadori cuma ada sedikit lebih berkisar 200 ekor ayam onagadori dewasa di Jepang hingga dinobatkan jenis ayam yang di ambang kepunahan hingga sekarang telah dilindungi oleh pemerintah Jepang selama bertahun-tahun dan dianggap sebagai monumen budaya hidup di Jepang. Masyarakat Jepang sendiri mempercayai kalau ayam onagadori pertama kali diciptakan dengan menyilangkan jenis ayam ekor panjang yang disebut shoukoku dengan ayam hutan hijau di pertengahan Zaman Edo pada tahun 1600 sampai 1868. Dikarenakan pada ayam hutan hijau terdapat kemampuan untuk tidak berganti bulu dalam jangka waktu yang lebih lama daripada jenis ayam normal, oleh karena itu masyarakat di Jepang percaya ayam onagadori tercipta karena mendapatkan genetika non-molting dari ayam hutan hijau. Sampai diketahui saat ini ada beberapa ayam onagadori jantan dewasa memperoleh ekor lebih dari 30 bahkan sampai 40 kaki di Jepang. Mungkin terdengar mustahil tapi kalian bisa melihat sendiri dari berbagai macam referensi foto maupun video di sosial media atau media pertunjukan dalam kontes ayam onagadori di Jepang untuk membuktikan keberadaan mereka.
Di Indonesia sendiri ayam onagadori juga sudah banyak dibudidayakan atau di perkembangbiakan dan dijual dengan harga relatif lumayan tinggi. Karena termasuk hewan yang sudah lumayan langka maka para peternak di Indonesia mulai ternak ayam jenis ini agar membantu dalam perkembangan dan bisa terus dilestarikan. Sebelum ayam jenis ini dikenal dengan sebutan nama onagadori dulu mereka dipanggil dengan nama yang berbeda yaitu Goshiki Dori. Kenapa di panggil dengan sebutan nama Goshiki Dori karena memiliki dua makna, Goshiki sendiri menunjukkan pola pada warna dan Dori yang artinya unggas maka dapat diartikan secara harfiah unggas atau ayam yang mempunyai beberapa pola warna. Ketika kalian akan melihat ayam onagadori dipastikan mereka akan sering bertengger tinggi di kandang agar ekornya tidak kotor, kusut, dan rusak makanya beberapa peternak membuat tempat bertengger di dalam kandang maupun luar kandang yang tinggi untuk mereka singgahi. Ayam Onagadori sendiri sebagai salah satu aset berharga di Jepang telah menyatakan adanya larangan untuk ekspor telur breed. Jadi apabila kita melihat ayam jenis ini di Negara luar Jepang seperti di Indonesia sendiri maka dipastikan didapat sebelum ayam dinyatakan sebagai monumen Jepang.
Indonesia pernah membikin sejarahnya sendiri dengan ayam onagadori ini dimana pernah dihadiahkan kepada Ibu Negara Siti Hartinah atau dipanggil Ibu Tien, istri dari Presiden Soeharto pada tahun 1997, bahkan Wali Kota Surabaya Sunarto Sumoprawiro juga dihadiahkan dua ayam onagadori jantan dewasa dan 250an telur dari Kota Kochi. Ayam yang dimiliki oleh Ibu Tien diletakan di Taman Mini Indonesia Indah (TMII). Bahkan ayam onagadori punya Wali Kota Sunarto dipercayai oleh penghobi ternak ayam hias untuk ditetaskan telurnya. Selain itu, diketahui juga beberapa ayam onagadori ini ditempatkan di Kebun Binatang Surabaya (KBS). Bahkan ada yang ingin membeli ayam itu seharga Rp 30 juta. Harga yang sangat terbilang lumayan akan tetapi saat itu sebanding dengan perawatan onagadori yang ekstra agar ekornya bisa panjang maksimal.
Ciri-ciri Karakteristik Ayam Onagadori
Ayam Onagadori memiliki bentuk tubuh yang berbeda dengan ayam hias atau ayam yang biasa dikonsumsi lainnya. Ayam hias yang berasal dari Jepang ini juga memiliki warna yang cenderung berciri khas dan dan memiliki ekor yang sangat istimewa, karena keindahannya banyak pencinta atau peternak ayam hias mencari keberadaannya untuk breed. Terdapat ciri khas tersendiri yang terdapat pada ayam onagadori yang kita rangkum sebagai berikut:
- Salah satunya terdapat pada bulu ekor yang tidak pernah berganti bulu dan dapat panjang tumbuh sepanjang masa hidup ayam jantan apabila dilakukan perawatan extra rutin, dapat dengan mudah melebihi 2 meter bahkan panjangnya bisa mencapai 10 meter. Ekornya sendiri terdiri dari 16 sampai 18 bulu diperkirakan tumbuh 0,7 sampai 1,3 meter per tahunnya.
- Memiliki bulu-bulu yang menutupi pada bagian kepala, punggung, dada dan kaki ayam jantan.
- Ayam Onagadori juga memiliki sisir tunggal, mata yang besar bahkan berkilau dan lebar yang berwarna coklat kemerahan, daun telinga berwarna putih, dan pial halus berukuran sedang.
- Ayam jenis ini dalam urusan telur terbilang sangat tidak baik karena telur yang dihasilkan cuma 25 telur per tahunnya dengan warna telur coklat muda. Ayam yang dikenal suka merenung.
- Ayam onagadori juga memiliki wajah yang berbentuk bulat.
- Adapun paruhnya terlihat sedikit melengkung dengan panjang yang sedang.
- Dadanya lebih mengembang dan sangat lebar bahkan dibagian perutnya terlihat berotot dan sangat kencang saat ukurannya mengecil ke arah ekor.
- Bulu-bulu di lehernya mencapai bahunya, melampaui tenggorokannya.
- Ia memiliki sayap yang kuat dan besar, memiliki ujung sayap yang kokoh.
- Untuk ciri-ciri warna Ayam Onagadori sendiri sebenarnya memiliki warna asli putih dan terlihat ada di dada. Apabila terlihat warna lain kemungkinan besar sudah dilakukannya perkawinan silang antara Ayam jenis yang lain sehingga menghasilkan warna yang berbeda.
Ayam Onagadori Untuk Telur dan Daging
Saat ini ayam onagadori ditunjukan sebagai sebuah pertunjukan, ayam jenis ini tidak akan pernah dikembangbiakan sebagai ayam pedaging. Karena diperuntukan hanya untuk ayam hias saja yang dipelihara untuk memenuhi karangan halaman ataupun hobi semata. Walaupun seperti diketahui ayam jantan Onagadori yang sudah dewasa memiliki berat 1,8 kg dan ayam betina hingga 1,3 kg tidak akan cukup sebagai ayam pedaging untuk mereka yang ingin mengkonsumsinya selain dari faktor ini juga terdapat daging yang keras dan butuh proses lama dibandingkan dengan proses ayam kampung yang kita tahu. Kita informasikan lagi kalau ayam ini tidak digunakan untuk apa pun selain tujuan ternak hias. Terutama untuk produksi telur yang terbilang sangat sedikit yang dihasilkan tiap tahunnya. Karena ayam ini sebagian besar dipelihara untuk berfokus hanya untuk membuatnya terlihat bagus.









Chat via Whatsapp


















